Produksi Bersama Ke-14 Kine Klub UMM Film “TILARAN” dan Budaya Tradisional Jawa

0
4

Kine Klub UMM kembali melaksanakan Produksi Bersama yang merupakan program kerja tahunannya. Produksi bersama kini telah memasuki tahun ke-14. Seperti biasa, program kerja dari Divisi Produksi ini melibatkan beberapa angkatan dari anggota Kine Klub UMM. Keseluruhan kru yang terlibat kali ini berjumlah 53 orang.

Tahun ini karya film pendek yang dibuat bertemakan pendidikan moral dengan mengangkat isu tentang budaya. Film pendek tersebut berjudul “Tilaran”. Makna Tilaran sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti tinggalan atau wasiat. Wasiat disini berkenaan dengan kehidupan para petani masa kini yang masih memegang erat budaya leluhur, namun harus mempertahankan antara sawah warisan dan tekanan kebutuhan di era modern. Film Tilaran menggunakan dialog bahasa Jawa halus guna memperkuat cirinya sebagai film lokal. Kearifan lokal Malang yang ada turut diangkat dan tersaji dalam satu kemasan film Tilaran. Maka, ada kesan budaya Jawa yang sangat kental dalam film ini serta pendidikan moral akan nilai budaya itu sendiri.

Produksi bersama ke-14 Kine Klub UMM ini sukses digarap dibawah arahan Fery Supriyanto selaku sutradara. Proses pra produksi Film ini menghabiskan waktu selama kurang lebih dua bulan dan proses shooting selama dua hari. Film ini menceritakan tentang seorang anak yang menjual tanah warisan mendiang kedua orang tuanya. Pelanggaran wasiat yang ia lakukan membuat ia mendapat banyak gangguan terkait dengan hal-hal mistis. Berawal dari kegelisahan tentang mulai hilangnya sifat “amanah” pada manusia saat ini dan sifat rakus akan harta dunia, maka terpilihlah ide cerita ini.

Film Tilaran telah sukses menggelar Gala Premier di Malang Film Festival 2017 pada 13 April lalu. Dengan penonton yang sangat banyak baik dari warga kampus UMM dan juga komunitas-komunitas film yang hadir di Malang Film Festival 2017. Film ini juga mendapat apresisasi dari perwakilan Denpasar Film Festival (DFF) yang datang serta komunitas-komunitas dari daerah lainnya seperti komunitas Bandung, dll.

Setelah ditayangkan dalam Gala Premiere, rencananya film Tilaran akan diputar di lokasi shootingnya di daerah Malang Selatan. Tidak hanya berhenti disitu saja, Film Tilaran juga akan didistribusikan ke berbagai festival film yang ada di Indonesia.

“Ga muluk muluk sih kalau aku. Semoga film Tilaran bisa ditonton banyak orang, dan semoga temen-temen crew bangga dengan film Tilaran yang sudah mereka kerjakan bareng-bareng. Itu aja cukup” ujar sutradara film Tilaran yang akrab dipanggil Fery saat ditanyai harapannya untuk film Tilaran ke depan. (rap & agn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here