Lilakno : Perempuan dan Nilai Keluarga

0
68
Lilakno : Perempuan dan Nilai Keluarga lilakno ft 001 d4bb8c729acb50f797f26634fc65eb3c thumb

Sinopsis

Pengertian kita tentang sebuah keluarga yang berbicara perasaan, seorang perempuan yang di khianati suaminya sendiri, namun demi menjaga keharmonisan keluarganya, perempuan selalu rela menahan egonya  untuk sesuatu yang lebih penting dari dirinya.

Resensi

Perempuan selalu menjadi topik diskusi yang menarik, entah apapun disiplin ilmunya. Tak terkecuali pada dunia perfilman, setiap tahunnya selalu bermunculan film-film yang mengangkat isu utama tentang perempuan. Agaknya ‘nilai jual’ perempuan tak pernah surut meski jaman semakin modern dan penuh konflik. Salah satu film yang mampu mengangkat nilai perempuan dengan cukup gamblang adalah film Lilakno, karya Imam Syafi’i.

Mengusung genre drama-keluarga, film Lilakno mengambil setting daerah Jawa Tengah. Tatanan busana dan penggunaan bahasa daerah khas Jawa tengah menjadi clue yang cukup jelas diberikan oleh filmmakers untuk menunjukkan setting lokasi ini. Film dengan durasi 10 menit 44 detik itu bercerita tentang Herlina (Elkany Kumayas) yang menemukan bahwa  Suaminya, Imam (Fauzan Rifa’i), telah berselingkuh dengan pegawainya sendiri, Cut (Monica Santi Pratiwi).

Bercerita khas alur film pendek, pengenalan tokoh utama film digambarkan melalui dialog – dialog kuat seorang perempuan. Pada proses penyajian gambarnya, Filmmakers memutuskan untuk menggunakan shot shot sederhana. Meskipun demikian, hal ini dirasa pas untuk mengimbangi ‘rumitnya’ konflik yang dibangun oleh filmmakers. Amarah dan kekecewaan yang dirasakan oleh tokoh utama wanita juga berhasil disajikan dengan apik oleh aktor tokoh utama perempuan.

Selain menunjukkan kekuatan hati seorang perempuan, film ini juga menunjukkan akan kelemahan seorang pria jika dikaitkan dengan anak dan perempuan lain. Filmmakers berusaha menunjukkan sebuah sudut pandang lain tentang bagaimana sebuah keluarga memandang keberadaan anak laki – laki dan perempuan. Selain konflik konflik ini, filmmakers juga mampu menangkap dampak dampak lain dari adanya perselingkuhan dalam sebuah keluarga, yaitu kondisi psikologis anak. Pada akhirnya, melalui film ini kita akan melihat secara gamblang bagaimana nilai seorang perempuan dalam sebuah keluarga dan juga harga yang harus perempuan bayar untuk mempertahankan keluarganya.

 

Peresensi : Alissa Nailun Kamila – Diresensi untuk Kine Klub UMM

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here