MBOBOT : Urgensi Melawan Mitos

0
243

Mbobot | 2017 | Durasi: 86 menit | Sutradara: Syaikhu Luthfi | Penulis: Syaikhu Luthfi | Produser: Mohammad Subekhi | Negara: Indonesia | Bahasa: Jawa |Pemeran: Syukron Mubarak, Faridatul Awaliyah, Ady Prakosoa Dipayana

SINOPSIS

Lintang yang sedang mengandung, percaya pada mitos Jawa, bahwa ketika hamil, baik dirinya maupun suaminya dilarang menganiaya atau membunuh hewan. Karena jika hal itu dilakukan akan berdampak buruk bagi bayi yang dikandungnya. Namun tak ada pilihan lain bagi Supri, ia yang baru saja di PHK, mendapat tawaran bekerja sebagai tukang jagal. Supri bimbang antara tetap menuruti keinginan istrinya atau bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

RESENSI/REVIEW

Indonesia, adalah satu dari sekian negara yang menganut berbagai kepercayaan, sehingga lumrahlah jika berbagai mitos hadir di Indonesia. Bahkan, dari kota yang saling bersebelahan pun bisa saja memiliki mitosnya masing – masing. Tumbuh di lingkungan yang kaya akan mitos, maka isu seputar mitos kerap kali diangkat sebagai pokok bahasan oleh para filmmaker Indonesia, salah satunya adalah film Mbobot (2017) yang disutradarai oleh Syaikhu Luthfi.

Film dimulai dengan Lintang (Faridatul Awaliyah) memberitahu suaminya, Supri (Syukron Mubarok) bahwa ia sedang mengandung. Spontan,  Supri pun langsung gembira dan memanjatkan syukur karena akan kedatangan anak pertama mereka.

Malam harinya, konflik dari Film ini pun muncul, saat Supri menepuk nyamuk yang hendak menggigitnya Lintang pun langsung menentang perbuatan Supri karena ia meyakini pada saat hamil, ia dan suaminya tidak boleh menyakiti atau membunuh hewan.

Keesokan harinya Supri kehilangan pekerjaannya, sehingga sumber pencaharian keluarganya pun putus. Kebingungan mencari pekerjaan baru karena ia hanya lulusan SMP, maka saat seorang kenalannya datang ke rumah mereka untuk menawarkan pekerjaan sebagai tukang jagal sapi, langsung diiyakannya tawaran tersebut.

Selang beberapa waktu, saat Supri telah menuntaskan pekerjaanya, segera ia memberikan upahnya ke Lintang, yang saat mengetahui dari mana uang itu berasal langsung menghardik suaminya. Lintang merasa Supri tidak peduli kepada kelahiran anak mereka sedangkan Supri yang hanya bisa mencari biaya melalui pekerjaan itu langsung balas membentak istrinya. Dengan nada tinggi ia menyuruh istrinya agar memikirkan dan menyadari kalau yang dipercaya istrinya itu hanyalah mitos. Lintang yang benar – benar telah terkuras emosinya karena cemas akan anaknya, ditambah lagi mendengar bentakan suaminya hanya bisa menangis. Supri yang tidak tega melihat istrinya menangis berjalan ke Lintang dan menenangkannya.

Desakan Logos untuk mengganti Mitos

Mbobot menggambarkan suatu tuntutan kepada mitos-mitos yang sesat agar segera dihapuskan Penempatan kepercayan sang istri terhadap Mitos sebagai penghambat kepala keluarga untuk menafkahi keluarganya, memberikan persepsi bagaimana mitos telah mempengaruhi masyarakat Indonesia untuk bersikap kolot dan meninggalkan berbagai pemikiran logis, sehingga berdampak pada ketakutan terhadap hal yang sebenarnya tidak ada.

Mbobot menyediakan solusi untuk menyikapi mitos, karakter Supri sebagai penentang mitos, digambarkan sebagai sosok yang rasional saat ia menyandingkan berbagai pekerjaan lain yang melibatkan penyembelihan hewan seperti tukang jagal ayam, nelayan, dan sebagainya. Ia menegaskan kalau anak yang terlahir dari orang tua yang berprofesi tersebut tetap aman-aman saja. Menjelang akhir film pun, ia membujuk istrinya agar tetap menempatkan Allah SWT di atas kepercayaan lainnya.

Dari dialog Supri tersebut, bisa disimpulkan kalau keyakinan terhadap mitos yang tidak sesuai secara ilmiah dan syariah, haruslah ditinggalkan. Untuk mitos yang dibahas di Mbobot tidak bisa dibuktikan secara ilmiah karena tidak ada sebab akibat yang saling berhubungan antara menyembelih hewan dan kandungan, begitupun juga secara syariah tidak ada dalil atau hadits yang menjelaskan hal ini.

Sebagai tambahan, perlu diingat juga kalau menyiksa atau membunuh hewan tanpa alasan yang jelas tidaklah dibolehkan. karena salah satu dampak positif dari hadirnya beberapa mitos adalah keseganan manusia untuk semena-mena terhadap Alam.

Peresensi : Mujaddid Izzul Fikri

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here