WTF 4: Sisi Lain Dari Ayah

0
136

Watch and Talk film kali ini menggunakan tema sisi lain dari seorang ayah, yang dimana menjadi penyeimbang dari tema sebelumnya, Women Power. WTF ke-4 ini menjelaskan bagaimana seorang ayah menjadi orang tua tunggal dan harus memberikan penjelasan atas semua hal yang terjadi dengan diri mereka dan keluarganya.

Film yang kali ini dibawakan yaitu Ing tutur, Jarum, dan We Need To Talk About Mom. Ketiga film ini menceritakan tentang perjuangan seorang ayah yang merangkap menjadi seorang ibu untuk membesarkan anaknya serta memperlihatkan bagaimana sisi lain dari seorang ayah yaitu mendidik dengan tegas juga mengasuh dengan penuh kasih sayang.

Film Ing Tutur menceritakan tentang seorang anak yang kerap mendapat panggilan anak ‘bajingan’ karena pekerjaan sang ayah sebagai kusir sapi yang mendapat sebutan ‘bajingan’ di daerah mereka tinggal. Lalu film Jarum menceritakan tentang seorang remaja yang selalu menghabiskan waktunya di warnet dengan uang yang telah susah payah dihasilkan ayahnya sebagai tukang jahit. Namun ketika sang ayah mendapatkan musibah sang anak rela untuk membantu ayahnya, orangtua satu-satunya.

Film terakhir yang berjudul We Need To Talk About Mom menceritakan percakapan seorang ayah dan putrinya yang sedang di sekitar padang rumput, dan bercerita tentang sang ibu di bawah tenda perkemahan. Hingga pengakuan sang ayah mengenai statusnya yang selama ini bukan ayah kandung dari putrinya.

Ketika diskusi dibuka, peserta mulai memberikan statement dan pendapat perihal tiga film tersebut. Tentang bagaimana peranan ayah dalam setiap film. Muncul pendapat tentang film Jarum bagaimana seorang ayah mendidik anaknya seorang diri dengan tidak menanyakan kemana anaknya pergi selama ini, terkesan kurang memperhatikan anaknya. Namun salah satu peserta merasa hal seperti itu wajar untuk tidak menanyakan kemana saja anaknya pergi. karena tidak semua ayah menanyakan hal seperti itu kepada anaknya. Kemunculan statement pada film ketiga yang membahas bagaimana ikhlasnya seorang laki-laki yang melakoni sosoknya sebagai ‘ayah’ pada anak yang bukan darah dagingnya. Tiga film di atas berhasil memberi visualisasi tentang dua peran (ayah dan ibu) yang ternyata dapat dijalankan oleh laki-laki.

Dan semua film mampu memvisualisasikan relasi ayah dan anaknya, kebanyakan anak dan ayah jarang melakukan perbincangan entah karena rasa canggung, dan masalah tersebut bukan hanya pada anak lelaki tapi terkadang anak perempuan juga. Menurut salah satu peserta sosok ayah bisa menjelma menjadi apa saja yang kita inginkan, bisa menjadi sosok yang dikagumi, sosok teman untuk bercerita dan sosok rival untuk diajak berdebat, semuanya ada pada sosok ayah. Ayah adalah sosok yang paling berpengaruh dalam kehidupan beberapa orang.

“Bapak ga akan terlihat maskulin tanpa sosok ibu di sampingnya. Maskulin itu mengimbangi feminim.” Dilanjutkan dengan statement “Kalau perempuan ga ada apa-apanya tanpa lelaki. Begitu pula sebaliknya, keduanya diciptakan untuk menyelesaikan suatu masalah bersama.” Ujar salah satu peserta. Sosok maskulin dan kuat dari ayah tidak selamanya bisa digunakan dimana saja dan dalam setiap keadaan, sikap lembut dari wanita pun dibutuhkan lelaki. Terutama dalam berkehidupan berumah tangga. Karena bagaimanapun hebat sosok ayah, anak-anak tetap butuh sosok yang mampu mengasuhnya dan mendidiknya dalam sosok ibu.(ndn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here