MALANG FILM FESTIVAL 2017

0
28

Malang Film Festival kembali digelar di tahun ke-13 nya pada tanggal 11-14 April 2017, dengan mengusung tema “Harmoni”, Fania Yuning Sari selaku Direktur Malang Film Festival 2017 mengungkapkan tema Harmoni dipilih karena mewakili berbagai genre film yang masuk di Malang Film Festival 2017 dari berbagai daerah menjadi satu keberagaman dalam Malang Film Festival 2017. Malang Film Festival tahun ini menerima karya film pendek mahasiswa dan pelajar sebanyak 426 film dari seluruh Indonesia.

Pada hari Selasa,(11/4) Malang Film Festival 2017 dimulai dengan iring-iringan Drumb Band dari SD Muhammadiyah 08 DAU sebagai hiburan bagi para tamu undangan dan mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Malang yang hadir saat itu. Pemukulan Gong yang dilakukan oleh Kabid Pusbang Perfilman Kemendikbud RI Bapak Kholid Fathoni selaku Kepala Bidang Perfilman Kemendikbud RI menandakan resmi dimulainya  Malang Film Festival 2017 .

Film “#Aku Serius” dengan sutradara BW Purba Negara turut menjadi opening ceremony sebagai film pembuka Malang Film Festival 2017. Malang Film Festival 2017 hadir dengan beberapa program baru diantaranya program Kuratorial, Program Forum Festival, Layar Apresiasi dan Presentasi Komunitas.

Pada hari Jum’at (14/4) di Hellypad UMM pukul 19:00 WIB menjadi penutup rangkaian Malang Film Festival 2017 sekaligus sebagai malam penganugerahan kepada film-film yang lolos kompetisi dari masing-masing kategori. Acara tersebut dibuka dengan sambutan oleh Bapak Azhar Muttaqin selaku Pembina Kine Klub UMM dan Bapak Dr. Maman Wijaya selaku Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud RI.
Usai sambutan dan laporan mengenai penyelenggaraan Malang Film Festival 2017 oleh Lukman Hakim selaku Programmer Kompetisi, kemudian MC membacakan jawara dari masing-masing kategori diantaranya Kategori Fiksi Pendek Mahasiswa, dengan judul “Sedeng Sang” (Mohammad Reza Fahriansyah) dari Yogyakarta, kategori Fiksi Pendek Pelajar, dengan judul “Uncle S” (Panca Rafel & Bayu Prabowo) dari Bogor, kategori Dokumenter Pendek Mahasiswa, dengan judul “Immadudin” (Amanda Paramitha) dari Bandung, kategori Dokumenter Pendek Pelajar, dengan judul “Urut Sewu Bercerita” (Dewi Nur Aeni) dari Kebumen.

Film-film yang terpilih dari 4 kategori tersebut telah melalui sesi penjurian pada Rabu, 12 April 2017 oleh para juri  diantaranya Juri kategori film fiksi yakni BW. Purba Negara, Novi Hanabi, dan Panji Wibowo. Juri kategori film dokumenter yakni Akbar Yumni, Caroline Monteiro, dan Nashiru Setiawan. Menurut Olin Monteiro aktivis perempuan (Juri Dokumenter Malang Film Festival 2017)    “Membuat film itu menjadi suatu kepusingan sendiri untuk orang tertentu, dan untuk menilai sebuah film menurut saya sutradara itu juga penting, dan ketika perempuan banyak terlibat didalamnya itu menjadi point lebih bagi saya selain isue yang diangkat.”

Film berjudul “Memoria” karya Kamila Andini menjadi film penutup Malang Film Fsetival 2017, bercerita mengenai seorang ibu yang mencoba melupakan memori tentang ketika ia menjadi korban perang di Timor Leste. (ayn & jms)

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here