WTF 1 : Semangat Pemuda

0
82

Whatch and Talk pertama yang dilaksanakan pada tanggal 18 oktober 2019 dengan berlandas isu “pemuda”. Pemilihan tema mengacu pada isu hangat di Indonesia tentang aksi demo mahasiswa serta hari peringatan Sumpah Pemuda. Pemuda yang menjadi ujung tombak bangsa ini banyak sekali melakukan perubahan-perubahan yang sangat berpengaruh dan bersejarah. Lantas, apa saja yang membuat pemuda begitu sangat berharga bagi negeri ini?

Film yang kali dibawakan yaitu Ranam dan Bagus. Kedua film ini menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda yang ingin sekali menggapai cita-citanya tetapi ditentang oleh orangtuanya. Kedua filmmaker menggambarkan ibu sebagai sosok penentang para anak mereka untuk menggapai cita-cita mereka dan menganggap ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menggapai cita-cita mereka. Namun pada dasarnya, hal tersebut tentu tidak selalu berujung baik pada masa depan anak, terlebih cita-cita seorang anak merupakan sebuah langkah awal dimana timbulnya keberanian anak dalam memilih awalan langkah hidup mereka dan sosok orangtua terkhusus ibu tentulah harus menjadi pendukung dengan cara mengarahkan jika salah, bukan malah menentang.

Antusiasme penonton yang datang membuat suasana diskusi menjadi lebih erat. Pada film pertama yang berjudul Ranam, penonton dimanjakan dengan teknis dan cerita yang menarik lebih unggul. Sosok peranan orangtua dari pemuda sangat sensitif terbahas pada film ini. Terkuak alasan utama sang ibu menentang cita-cita sang anak ialah karena rasa traumanya akan persitiwa dimasa lampau dan sang ibu merasa butuh banyak waktu untuk mengikhlaskan sang anak menggapai cita-citanya. Film kedua yang berjudul Bagus, lebih menekankan pada sosok kakek yang meredam keputus asaan sang cucu dalam terhalangnya langkah untuk menggapai keinginan. Lewat obrolan malam di sebuah angkringan membuat sang cucu memahami bahwa terhalangnya keinginan pertama pasti akan menimbulkan jalan lain yang lebih baik, istilah mudahnya “masih belum jodohnya aja”.

Ketika diskusi dibuka, peserta mulai menuturkan opini mereka terhadap film tersebut perihal kedua film ini. Tentang bagaimana peranan pemuda dalam setiap film. Timbul fakta tentang film Ranam bahwa ternyata selama ini ada tempat yang tidak memiliki daratan, yang membuat anak-anak disana sedikit sukar untuk mencari lahan bermain bola. Diskusi dari film kedua sendiri memunculkan statement bahwa segi budaya akan banyak dimunculkan dalam suatu film untuk membawa mood penonton. Pembahasan teknis melingkupi wardrobe, pencahayaan dalam film tersampaikan dengan detail oleh para peserta sehingga memunculkan pandangan-pandangan baru tentang makna lain dari sebuah teknis dalam film. Hal lain yang menarik dari film kedua ialah terdengarnya sebuah tetembangan Jawa yang dirasa cocok untuk mengentalkan suasana adat Jawa dalam film Bagus.

Dari kedua film ini, dapat disimpulkan bahwa pemuda merupakan aset bangsa dan perlu dijaga sebaik mungkin agar bisa menjadi penerus bangsa yang baik dan berkompeten. Dukungan yang positif tentu menjadi langkah awal dan untuk para pemuda sendiri, kesuksesan tidak hanya bisa diraih di negeri orang, alangkah lebih baik mencari peluang kesuksesan di negeri sendiri untuk membantu dan menjadi salah satu dari penerus bangsa yang dibanggakan.(dema)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here